--> Skip to main content

Wirid Supaya Pernikahan Di Restui Mertua Dan Orang Tua

Dalam pernikahan sangat dibutuhkan sebuah DOA Restu dari orang tua dan calon mertua, antara calon suami dan istri harus mendapat restu dari ke dua belah pihak. Karena restu menjadi sebuah harapan masa depan dalam pernikahan, baik kepada kelanggengan, rejeki dan keharmonisan dalam sebuah rumah tangga.

Karena inilah setiap calon menantu wajib mengamalkan sebuah amalan supaya hajatnya di restui baik dari orang tua sendiri ataupun calon mertua yang bakal menjadi penganti orang tuanya nanti.

Dalam pernikahan sangat dibutuhkan sebuah DOA Restu dari orang tua dan calon mertua Amalan (Doa) Supaya Pernikahan Di Restui Mertua dan Orang Tua

Ada banyak sekali cara dalam dunia supranatural untuk mendapatkan restu dari calon mertua dari tingkat yang ringan hingga berat sekalipun telah tersedia. Tinggal kembali kepada yang ingin mengamalkannya saja.

Selain tingkat, resiko dan efek yang akan terjadi juga berbeda-beda. Biasanya seseorang yang lamarannya bakal ditolak dan pernikahannya tidak di restui akan mengambil beberapa pilihan diantaranya:
  • Mencari dukun untuk di syaratai
  • Mengamalkan doa-doa dengan sabar dan istiqomah
  • Hingga membiarkan saja sebuah pernikahan tanpa restu.
Pada dasarnya, sebuah restu yang tidak diberikan dari calon mertua atau orang tua sendiri adalah kesalahan mereka sangat jarang sekali kesalahan berada pada calon menantu, walaupun ada tapi jarang sekali.

Sebuah lingkup dalam restu sebenarnya menuntut kesadaran dari diri masing-masing (anak, menantu, mertua dan orang tua) bukan harus memaksakan kehendak. Kebanyakan calon mertua menolak seorang menantu karena alasan ekonomi, biasanya yang dikatakan kurang lebih seperti ini:
Cari suami / istri kok seperti itu, nggak punya pekerjaan tetap, pemalas, anak e wong kere dan sebagainya.
Walaupun benar ada seorang menantu yang seperti pandangan meretua, namun semua itu belum tentu berjalan seperti itu selamanya.

Karena watak manusia bisa saja berubah seperjalanannya kedewasaan dan rumah tangganya. Bisa jadi dalam beberapa tahun menantu yang tadinya tidak di restui bisa berubah menjadi yang lebih baik dan disini juga di harapkannya sebuah kesadaran dari orang tua supaya bisa memberikan kesempatan, waktu dan nasehat, bila dikemudian hari menantu itu tidak pula berubah semuanya dikembalikan kepada si anaknya untuk mengambil langkah selanjutnya.

Namun ada lain cerita tentang mertua yang keras kepala dan tidak setuju bahkan enggan untuk merestui anak dan menantunya menikah. Dan yang seperti ini harus diluluhkan dengan jalan yang baik-baik. Jangan menundukan mertua Anda!

Buatlah meretua merestui pernikahan Anda, jangan pernah berusaha untuk mencari piranti, sarana dan media supaya mertua Anda menjadi tunduk. Karena ini sangatlah tidak baik dalam urusan menantu dan mertua. Cukup luluhkan saja mengunakan amalan yang akan saya bagikan disini.

Amalan Meluluhkan Hati Mertua

Bila Anda ingin yang baik saya sarankan untuk mengamalkan sebuah doa, yang dibaca secara istiqomah dan berlahan-lahan. Amalan ini tidak harus dilakukan oleh menantu, tapi si anakpun juga bisa mengamalkannya supaya orang tua merestui pernikahannya.

Adapun amalannya sebagai berikut:
Yaa abati, ista'jirhu inna khayra mani ista'jarta al qawiyyu al amiinu.
Untuk mengamalkan amalan diatas ada beberapa caranya, akan tetapi cobalah untuk menyalin terlebih dahulu bacaannya kemudian dihafalkan.

Setelah Anda merasa benar-benar hafal, selanjutnya mulailah untuk mengamalkannya. Pengamalan terbagi menjadi 3 tahapan dan tingkatan, cepat dan lambat serta memiliki tingkat resiko yang berbeda-beda, untuk lebih jelasnya akan saya jelaskan dibawah ini.

TINGKAT 1 DAN RINGAN
Ini bisa Anda lakukan apa bila masih dalam tahap pacaran, atau mau memperkenalkan calon suami / istri kepada orang tua masing-masing. Ingat ini digunakan bagi mereka yang belum bertemu pada orang tua masing-masing.

Caranya: lakukanlah mandi keramas terlebih dahulu, setelah itu sholat hajat malam 2 rokaat setelah itu berdoa meminta supaya pernikahan direstui. Kemdian kirimkan dulu Al Fatiha sebanyak 41 kali kepada calon mertua atau orang tua sendiri. Setelah itu, lanjutkan dengan membaca amalan diatas sebanyak 551 kali.

Lakukan hingga 7 malam berturut-turut. Selain itu, juga bisa Anda amalkan secara rutin sehabis sholat fardhu yang dibaca sebanyak 11 kali, amalkan dengan rutin.

Mengunakan tahap 1 atau pertama ini, adalah Anda yang belum pernah sama sekali membahas tentang pernikahan kepada orang tua masing-masing.

RESIKO TINGKAT 1
Ini akan berimbas kepada Anda sendiri bila salah memilih pasangan. Bila pernikahan Anda telah direstui dari orang tua, dan dalam beberapa tahun pernikahan Anda mulai melihat watak asli dari suami / istri Anda, disinilah kesalahan yang Anda buat!

TINGKAT 2
Di tingkat ini bagi Anda yang telah bertemu dengan orang tua masing-masing namun belum melangsungkan pernikahan. Atau masih tahap panas-panasnya, biasanya baik dari anak atau menantu akan mulai merasa bimbang bila telah berada dalam masa ini, kebimbangan biasanya timbul dan berkata dalam hati:

Pilih orang tua atau calon suami???

Dan ini menjadi penentu yang berat, bila saya pribadi menyarankan untuk memilih orang tua dan meninggalkan calon suami / istri, alasan saya:
Orang tua adalah segalanya untuk saya, ia yang telah membesarkan dan mengurusi saya dari bayi (melahirkan) hingga besar dan dewasa selayaknyalah saya memilih kedua orang tua.
Namun bila Anda masih bersikukuh ingin tetap direstui juga silahkan ikuti tata caranya dibawah ini.

Caranya: ambilah pakaian dari orang tua atau mertua Anda, bisa baju atau celana saya sarankan baju, usahakan yang belum di cuci masih baru dipekai. Setelah itu, lakukan sholat hajat 2 rokaat seperti di tingkat 1, dan bacakan amalannya sebanyak 551 kali.

Lakukan hingga 7 malam, setiap selesai mengerjakan tiupkan ke pakaian tadi, setelah selesai kemudian pakaian tadi dipakai untuk selimut saat Anda tidur. Bila mertua atau orang tua lelaki, namun bila ibu cukup di jadikan bantal.

RESIKO TINGKAT 2
Selain Anda akan beresiko seperti di tingkat 1, juga akan melihat kasih sayang yang lebih kepada kepada Anda yang mengamalkannya. Namun dengan rasa yang tidak biasa, yaitu Anda akan dilebih dulukan dari anak-anak yang lain. Bila Anda menantu, rasa sayangnya akan melebihi dari anaknya sendiri.

Disini, orang tua Anda atau mertua akan benar-benar bisa sayang namun dalam hal yang tidak wajar. Sebagai anak Anda akan kesulitan bila meminta saran dan nasehat serta kemungkinan hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi.

TINGKAT 3 TAHAP AKHIR
Dalam tingkatan ini, digunakan bagi Anda yang telah melangsungkan pernikahan dan dengan sekian tahun melangsungkan pernikahanan namun belum juga mendapatkan restu.

Caranya: ambilah potongan kuku atau rambut dari mertua atau orang tua Anda, lakukan caranya sama seperti tingkat 2, bedanya yang Anda tiupkan di media tadi (potongan kuku atau rambut). Untuk kekuatan lebih maksimal lakukan hingga 11 atau 21 malam.

Setelah selesai bakar media tersebut dan campurkan ke segelas air. Tutup mengunakan Al Fatiha yang dibaca sebanyak 17 kali kemudian minum habis air tersebut.

RESIKO TINGKAT 3
Bagi Anda yang melakukan tingkat ini. Orang tua atau mertua akan menjadi tunduk dan patuhkan kepada Anda dan tingkat menguasai beresiko besar dalam mengunakan tingkatan ini.

KESIMPULANNYA!
Dalam mengunakan sebuah amalan sebenarnya ada baik dan buruknya:
  • Baik bila dilakukan dengan jalan yang benar.
  • Buruk bila ada niat yang kurang baik dalam urusan ini.
Sebagai Anak harus tau betul siapa yang akan menjadi pendamping hidupnya, karena itulah jangan pernah sembarangan dalam mencari suami / istri harus penuh dengan kehati-hatian.

Orang tua, batinnya lebih peka dari anaknya karena itulah ia masih bisa mempertimbangkan untuk tidak menyetujui pernikahan anaknya. Namun bila orang tua yang baik, ia akan memberikan kesempatan dan nasehat yang baik-baik sebelum untuk menolaknya.

Nah dari sini, silahkan Anda menilai semua baik dan buruknya serta resiko mengamalkan amalan supaya di rustui pernikahannya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
Komentar Di Nonaktifkan