Skip to main content

Ajian Serat Jiwa Dengan Meditasi Kabudhan Tanpa Puasa

Ajian Serat Jiwa merupakan sebuah ilmu Pamungkas, mereka yang berhasil menguasai ilmu ini bisa dengan sangat mudah untuk melumpuhkan lawannya. Dalam bagian Ajian Serat Jiwa ini, lebih mengutamakan kekuatan dari dalam diri manusia, membentuk semua keintian menjadi 1 titik kekuatan yang hebat dan besar, sehingga akan sulit di kalahkan dengan ilmu apapun juga.

Ajian Serat Jiwa Dengan Meditasi Kabudhan Tanpa Puasa
Selain itu, kebanyakan para guru metafisika menyimpulkan bahwa Ajian Serat Jiwa merupakan penyempurnaan dari segala ilmu yang sudah dikuasai. Tapi bukan hanya sebatas itu saja, mereka yang ingin langsung mempelajarinya juga sangat bisa membangkitkan kekuatan inti ini dari dalam tubuhnya.

Karena seperti yang kita ketahui, dalam diri setiap manusia telah ada bekal, dengan berbagai unsur yang siap kita gunakan untuk berbagai keperluan. Berbagai unsur inilah yang akan di Serap menjadi Serat dari diri kita.

Asal Usu Ajian Serat Jiwa

Sejarah dari ilmu Ajian Serat Jiwa ini dimbil dari Nama sebuah Padepokan pada jaman dulu, yang dimana Kata "Serat Mengartikan Inti dari yang Serap pada diri (Jiwa)" yang mengharuskan seseorang itu, membuat penyatuan dalam Jiwanya. Orang-orang pada jaman dahulu, tidak mengaktifkan Ajian Serat Jiwa melalui jurus dan sebagainya, melainkan melalui Tapa Wungon.

Semacam meditasi, yang dipelajari dengan waktu yang lama, mengontrol semua kekotoran hati dan mengantinya dengan penyucian Jiwa. Hingga akhirnya, mereka bisa menyatukan Serat-serat yang berada dalam inti dirinya sendiri.

Dari sekian lamanya pembelajaran masa kuno ini, hingga berjalannya jaman membuat kebanyakan murid dari Padepokan ini membuat evolusi atau terobosan supaya Ajian Serat Jiwa lebih cepat lagi di kuasai.

Evolusi inilah yang sampai sekarang, membuat hilangnya Kesakralan dari menguasai Ajian Serat Jiwa sehingga kebanyakan orang memilih untuk jalan yang cepat dalam menguasai ilmu ini. Mengingat ada banyak sekali manfaat dari menguasainya.

Khasiat Ajian Serat Jiwa

Karena termasuk dalam golongan yang berat, ilmu yang satu ini sangat banyak sekali manfaatnya. Seperti yang telah saya utarakan diatas tadi, Ajian Serat Jiwa menjadi salah satu penyempurnaan sebuah ilmu yang telah di pelajari.

Selain itu, ada banyak juga kegunaan dari Ajian Serat Jiwa ini diantaranya:
  • Mengambil kekuatan alam.
  • Mengambil kekuatan dari hewan.
  • Mengambil inti Alami seperti Angin, Api, Tanah dan Besi.
  • Menyerap Kekuatan lawan.
  • Menjadi penyembuh berbagai macam penyakit.
  • Santi santet dan mengembalikannya kepada si pengirim.
  • Dan masih banyak lagi yang lainnya.
Karena termasuk ilmu tingkat tinggi, Ajian Serat Jiwa merupakan puncaknya dari segala ilmu dan pastinya juga sangat banyak manfaat yang bisa di miliki oleh pengamalnya.

Akan tetapi, selain manfaat dan kegunaannya yang besar itu, untuk bisa menguasainyapun tidaklah mudah. Dibutuhkan waktu hingga bertahun-tahun untuk Anda bisa menemukan titik sela dari menguasainya.

Cara Mempelajari Ajian Serat Jiwa

Untuk bisa menguasai ilmu ini, Anda bisa belajar di rumah berangsur-angsur, karena memang membutuhkan waktu yang lama sampai Anda menemui puncaknya.

Untuk langkah awalnya, Anda harus belajar untuk meditasi menenangkan diri Anda sejenak. Membuat fokus pikiran Anda semakin kuat. Langkah awal yang harus Anda lakukan adalah:
  • Duduk bersila dengan dada tegap.
  • Baca Al Fatiha atau sesuai dengan Keyakinan.
  • Tarik nafas dari hidung, tahan sejenak diperut dan keluarkan lewat mulut.
  • Atur nafas seirama detak jantung.
  • Fokuskan dan kosongkan semua fikiran Anda dari bayangan apa pun.
Diatas adalah langkah awal untuk melatih meditasinya, sebelum Anda bisa mengumpulkan semua Ajian Serat Jiwa yang berada di dalam diri Anda.

Selanjutnya perhatikan, berapa lama Anda bisa memfokuskan pikiran tanpa ada yang Anda pikir lagi. Perhatikan berapa menitnya, sambil terus di ulang-ulang belajar meditasinya hingga Anda bisa fokus minimal 1 jam pikiran Anda menjadi kosong.

Bila Anda telah mampu kosentrasi selama 1 jam, selanjutnya Anda bisa mulai belajar mengumpulkan energi yang berada di sekitar Anda.

Pertama, cobalah berada di ruangan yang gelap selanjutnya hidupkan sebuah lilin. Meditasikan dan kosentrasikan saat mata Anda terpejam, titik api lilin tetaplah terlihat. Masukan sugesti kepikiran Anda bahwa tubuh Anda lebih panas dari api tersebut, bila Anda merasakan terdapatnya hawa panas yang bersumber dari dalam diri Anda, rasakan seberapa besarnya dan buatlah semakin hari energi itu semakin besar.

Dibutuhkan waktu yang lama untuk mempelajari 1 tahap ini saja, bila Anda belum berhasil di langkah awal ini pelajarilah terus sampai Anda berhasil. Tujuan mengendalikan api di tahap awal ini adalah untuk meredam semua rasa kotor hati dari rasa iri, dan mengontrol emosi Anda.

Bila tahap awal diatas sudah berhasil Anda kuasai, lanjutkan dengan inti air. Disini Anda di haruskan mengkosentrasikan pikiran Anda pada air, caranya duduklah bersilah di dalam air minimal sebatas leher Anda, orang Jawa menyebutnya dengan Tapa Kungkum.

Untuk tahap belajar, sebaiknya Anda gunakan drum atau bak mandi sebelum benar-benar Anda meditasi di air sungai. Saat meditasi, sugestikan energi dinginnya air itu telah ada di dalam diri Anda. Sehingga air itu akan netral pada diri Anda, selama apapun Anda berada di dalam air itu tidak akan merasakan dingin.

Bila Anda masih merasakan dinginnya air itu, tidak apa keluar dan lanjutkan di keesokan harinya lagi. Sampai Anda berhasil menguasai ini, serap semua energi yang Anda rasakan. Bila telah berhasil, selanjutnya tinggal Anda merasakan energi angin.

Di tahap ini, ada baiknya Anda mencari tempat yang banyak anginnya dan yang paling cocok adalah di pinggir pantai. Meditasikan dan rasakan semua hempasan angin yang mengenai kulit Anda. Sugestikan Anda menolak rasa angin tersebut dengan energi angin yang keluar dari tubuh Anda, pelajari terus cara ini sampai Anda tidak lagi merasakan adanya angin yang mengenai kulit Anda.

Pelajari terus cara ini, sampai Anda merasakan berapa jauh jarak angin tidak mengenai kulit Anda. Semakin jauh maka akan lebih bagus lagi, sebelum Anda melanjutkan untuk menyerap energi tanah.

Untuk yang ini, sebaiknya Anda belajar di dalam goa atau buatlah lubang di tanah untuk Anda meditasi. Anda harus bisa merasakan, gelapnya tanah menjadi terang dan dinginnya menjadi netral. Satukan energi tanah itu berada di diri Anda. Bila berhasil, Anda tinggal menjalani tahap akhir untuk menyatukan semua Ajian Serat Jiwa ini.

Untuk menuntaskan semuanya ini, sebaiknya Anda mencari tempat yang sepi dan jauh dari keramaian. Jika Anda memeditasikan penyatuan di tempat ramai, dikuatirkan bisa membahayakan orang lain karena bila bersatu akan membuat sebuah gelombang energi yang besar masuk ke dalam tubuh Anda. Biasanya meditasi ini akan berlangsung lama, atau kemungkinan meditasi yang Anda lakukan sudah menjadi Tapa Wungon.

Pikiran Anda akan hilang, tanpa mengingat apapun yang Anda rasakan hanya sebuah energi yang terus masuk ke dalam diri Anda. Hingga Anda akan tersadar, bahwa semua kekuatan Ajian Serat Jiwa berada itu berada dalam genggaman Anda.

Inti Ajian Serat Jiwa

Banyak hal yang harus Anda ketahui bila mempejari Ajian Serat Jiwa ini, bukan hanya untuk ilmu kesaktian semata. Tapi lebih mendalam lagi, yaitu tentang ketuhanan dan kebaikan kepada sesama makhluk hidup di dunia.

Intinya dari menguasai ilmu ini, lebih menyerukan Anda kepada jalan kebaikan. Karena pada intinya semua tahap penyatuan dari Ajian Serat Jiwa diatas lebih mengedapankan tentang rasa "Rosoning Badhan", mengingat pada dulunya tercipta ilmu ini di Nusantra kita belum masuk agama Islam sehingga mereka masih mengandalkan meditasi Kabudhan.

Bergantinya masuknya Islam hampir semua Java Mantra di masuki unsur keislaman termasuk Ajian Serat Jiwa ini. Dan berikut akan kita uraikan makna meditasinya.

1. Inti Api: lebih mengedepankan untuk kita meredam emosi, membersihkan hati dan melawan semua amarah. Sehingga bila kita mendalami maknanya, maka akan lebih dalam lagi, yang pasti akan sangat bermanfaat.

2. Inti Air: Air bisa mensucikan diri kita sendiri, pemknaan Tapa Kungkum ini lebih mengibaratkan kita pada sifat air yang halus, bersih dan memberikan manfaat yang banyak untuk orang lain.

3. Inti Angin: Ia menyimbolkan daya Intelektual dan kecerdasan, membuat kita lebih berfikir yang baik-baik karena memiliki akal.

4. Inti Tanah: Dan yang terakhir ini, lebih mengingatkan kita, bila dari sini kita tercipta maka akan kembali lagi ke tanah. Inti ini lebih mengedepan kita akan sifat kesombongan "Sifating Urip", bila lolos untuk menghindari kesombongan ini maka Insya Allah bisa menguasai semuanya.

4 inti Ajian Serat Jiwa diatas, semua berhubungan dengan keagamaan yang mengarahkan Anda ke jalan kebaikan. Bila berhasil melewati itu semua, merujuk pada penyerapan untuk penyatuan semua serat dalam diri kita, memeditasikan sendirian yang membuat kita pikir-pikir (Tafakur) tentang semua inti ilmu yang akan dikuasai.

Kesimpulan Ajian Serat Jiwa adalah lebih mengutamakan kebaikan, dimana sebelumnya sebuah Padepokan mengajarkan berbagai ilmu kebatinan dan olah kanuragan. Selanjutnya, pada tahap puncaknya dimintalah untuk menguasai keutamaan dari semua ilmu yang telah ia pelajari.

Dengan menguasai Ajian Serat Jiwa si murid akan lebih bisa lagi mengetahui, tujuan ilmu yang mereka pelajari. Maka tak heran, jika ilmu ini dijadikan puncaknya sebuah ilmu yang mengarahkan kepada pembawanya untuk lebih berhati-hati lagi dikehidupan luar Padepokan. Karena pengaruh akan semakin besar lagi, mengingat sang murid dengan kemampuan diatas manusia Norma maka ini akan membuat sebuah kekewatiran bagi sang Guru maka dari itulah harus bisa menguasai Ajian Serat Jiwa ini dengan tujuan supaya manusia tidak salah dalam mengamalkan ilmunya.

Semogga Artikel tentang Ajian Serat Jiwa ini bermanfaat untuk kita semua.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
Komentar Di Nonaktifkan