--> Skip to main content

Mengenal Kepompong Wesi Kuning Untuk Kebal dan Anti Tembak

Kalian pasti sudah tidak akan asing lagi dengan yang nama jimat Kepompong Wesi Kuning kan, hanya saja kebanyakan dari orang yang hanya mendengar namanya saja, masih banyak yang belum memahami jimat yang satu ini. Maka tak heran bila ada orang yang memaharinya tanpa memiliki kekuatan apapun, bilapun berfungsi pasti akan banyak sekali prosesnya dan ribet.

cara mendapatkan kepompong wesi kuning yang asli
Pada dasarnya, kemampuan sebuah benda seperti Kepompong Wesi Kuning ini kembali lagi kepada pembuatnya. Bila yang aslinya, sudah bisa dipastikan kekuatannya lumayan dan sebaliknya jika ia buatan orang jaman sekarang kemungkin berenergi standart saja.

Sebelum kita membahas lebih jauh lagi tentang jimat Kepompong ini, ada baiknya kita mengetahui asal usulnya jimat ini terlebih dahulu, supaya kita mengetahui lebih dalam lagi untuk kekuatannya.

Sejarah dan Asal Usul Kepompong Wesi Kuning

Bila ingin diambil dari asal usulnya, maka ia tidak akan bisa berpaling dari pemiliknya yaitu Prabu Minak Djinggo. Dimana sang Prabu ini memiliki Pusaka sebuah Gada yang terbuat dari Wesi Kuning.

Anda pasti sudah mengetahui sejarah ini, karena banyak Film yang beredar tentang Minak Djinggo dan Damarwulan. Dalam kisahnya, ia bisa dikalahkan oleh Damarwulan setelah meminta istri dari Prabu Minak Djinggo mencuri senjata Pusakanya (Gada Wesi Kuning).

Dalam Babat Tanah Jawi, konon Gada milik Minak Djinggo tersebut dihancurkan hingga jadi lebur. Serpihan Gada Wesi Kuning ini berserakan, berterbangan entah kemana. Dari serpihan inilah kebanyakan orang pada jaman dahulu menariknya, mendapati 1 atau 2 bahkan 3 serpihan saja yang kemudian di buatlah dengan bentuk Jarum lalu menyimpannya ke bagian Kepompong.

Jaman dahulu, jarang ada orang yang memiliki Kantong seperti sekarang ini. Maka itulah, Jarum Wesi Kuning ini di masukan ke dalam Kepompong sebagai ganti kantong. Dari sinilah kebanyakan orang sampai sekarang mengenal Kepompong Wesi Kuning.
Sebenarnya Pusaka Minak Djinggo ini, bukan hanya di kumpulkan dan dibuat sebagai Jarum yang berada pada Kepompong tapi juga ada yang membuatnya mirip dengan Gada kecil, tapi bila diperhatikan ia sangat mirip seperti kembang cengkeh tapi yang memang banyak dikenal orang adalah yang jenis Kepompongnya.
Jenis pusaka Kepompong Wesi Kuning ini sampai sekarang masih banyak orang yang memburunya sebagai bahan koleksi.

Tapi bila Anda termasuk orang yang mencari Pusaka ini, ada baiknya Anda mengenali ciri dari keasliannya. Tujuannya supaya Anda tidak salah dalam memaharinya nanti.

Cara Mengetahui Kepompong Wesi Kuning Asli

Sebenarnya bila ingin menguji cobakan, hampir sulit untuk membedakannya, tapi setidaknya terdapat ciri dari Pusaka ini.

Kepompong Wesi kuning ini biasanya terbagi menjadi 2 yaitu:
  1. Kepompong Wesi Kuning Biasa.
  2. Dan Kepompong Wesi Kuning Jalasutra
Untuk mencirikannya, di bagian yang polos pada Kepompongnya itu yang biasa, tapi bila ada serabut membungkus Kepompongnya itu namanya Jalasutra.

Dari ke 2 jenis ini, mereka memiliki khasiat yang sama yaitu:
  • Kebal dari senjata tajam.
  • Kebal tembak dan panah.
  • Untuk tingkat lumayan Anti Cukur dan Iris.
  • Anti santet, teluh, tenung dan guna-guna.
  • Anti Gendam dan Hipnotis.
Bila melewati tes ini kemungkinan Kepompong Wesi Kuning yang Anda jumpai itu asli, bila ia hanya sebatas kebal-kebal saja maka diragukan keasliannya.

Untuk melakukan pengetesan Kepompong Wesi Kuning yang asli ini, cobalah Anda mencabut Jarum yang berada di dalamnya. Jika Jarum Wesi Kuning di dalamnya tidak bisa di cabut kemungkinan itu palsu, karena yang aslinya Jarum yang ada di dalamnya itu bisa di keluarkan.

Bila Jarum Wesi Kuning di dalam Kepompong bisa di keluarkan, goreskanlah ke kaca bila yang aslinya kaca akan tergores karena saking kerasnya Jarum Wesi Kuning itu. Dan ini yang terakhir untuk mengetesnya, ambilah piring lalu tarok telur ayam kampung di tengahnya, selanjutnya arahkan bagian Jarum Wesi Kuning yang runcing dari atas telur itu berputar berarti itu Kepompong Wesi Kuning yang asli.

Bila sebaliknya, seperti yang sudah saya tuliskan diatas tadi tidak ada sama sekali, maka bisa dipastikan yang Anda temui itu Kepompong Wesi Kuning yang palsu. Karena untuk yang palsunya banyak yang menjualnya, Anda cukup mengeluarkan uang Rp.10.000 - Rp.25.000 saja sudah bisa mendapatkan Kepompong kuningan, khususnya di Pulau Jawa ada banyak sekali orang yang menjualnya.

Tapi jangan salah, untuk yang palsunya juga bisa loh di buat memiliki Tuah yang hampir sama dengan yang aslinya, tapi ini cocoknya hanya buat pemakaian pribadi saja.

Cara Mengisi Khodam Kepompong Wesi Kuning

Bila Anda orang yang awam, ada baiknya untuk tidak membuatnya sendiri. Tapi belilah terlebih dahulu Kepompong Wesi Kuningan yang banyak di pasar-pasar jangan lupa juga untuk membeli minyak misik hitam.

Setelah bahan itu siap, Anda tinggal datang ketempat dukun atau paranormal, mintalah ia untuk mengisi Khodam ke dalam Kepompong Wesi Kuningan tadi. Setelah selesai, uji cobakan tingkat kekebalannya dulu, bila berhasil lanjutkan dengan membayar mahar jasa dengan si paranormal yang mengisi Khodam tadi.

Tapi apa bila Anda orang yang memang benar-benar menyukai hal mistis, setidaknya mengerti tentang wiritan dan puasa Ajian. Maka ada baiknya, Anda langsung saja mempelajari ilmunya, karena memang ada ilmu dari Wesi Kuning ini.

Ajian Kepompong Wesi Kuning

Untuk memiliki ilmu ini, hampir sama dengan Anda belajar ilmu yang lainnya dan dengan lelaku khusus. Hanya saja Ajian ini bisa di gunakan untuk mengisi Benda-benda yang terbuat dari kuningan, khususnya untuk kebal dari serangan senjata tajam.

Untuk menguasai ilmu ini, terlebih dahulu silahkan Anda menghafalkan manteranya:
Allahumma taro-taro kanjing-kinanjing Wesi Kuning kinanjingan poro moloikat kinanjingan, poro nabi kinanjingan, poro wali Laa Ilaha Illaalloh Muhammadurrasulloh.
Setelah hafal, lanjutkan dengan persiapan untuk mentirakati semua lelakunya, adapun tata cara untuk menguasainya sebagai berikut:
  • Lakukan Mandi Keramas Kejawen terlebih dahulu.
  • Lanjutkan dengan Puasa Mutih 3 hari 3 malam.
  • Selama berpuasa manteranya di baca terus menerus.
Setelah Anda menjalani lelakunya diatas, lanjutkan dengan melakukan uji coba kepada diri Anda sendiri. Tes mengunakan jarum saja dulu, supaya bila gagal nggak luka-luka amat.

Taroklah jarum itu pada bagian lengan Anda, kemudian tes tancapkan. Bila berhasil jarum tidak akan melukai kulit Anda. Bila gagal, ulangi lagi tirakatnya, karena biasanya mempelajari sebuah ajian akan berpengaruh pada puasanya yang gagal tapi kita tidak menyadarinya.

Untuk cara mengunakan Ajian Kepompong Wesi Kuning cukup manteranya dibaca 3 kali dalam hati, tapi harap gunakan pada saat Anda memerlukan saja, jangan digunakan untuk pamer dan sombong-sombongan. Untuk cara mengisinya ke Benda, cukup Anda niatkan saja dalam hati, ingin memasukan separoh kekuatan Ajian Kepompong Wesi Kuning ke benda lalu bacalah manteranya 3 kali dan tiupkan ke benda yang akan di isi tadi.

Tapi sebaiknya, bila Benda tersebut akan Anda berikan ke orang lain, ada baiknya orang itu Anda minta untuk mentirakati Ajiannya karena yang namanya benda isian itu tidak akan bertahan lama, cepat atau lambatnya kekuatannyapun akan hilang.

Bila orang yang Anda berikan tadi mau menjalani tirakatnya, maka Anda tidak perlu kuatir bila suatu saat kekuatan dari benda yang Anda berikan itu hilang. Karena ia sudah memiliki tamenng yang aslinya.

Dari ulasan diatas, pasti Anda bisa mengambil kesimpulan untuk mencirikan Kepompong Wesi Kuning yang asli dan palsu serta bagaimana cara untuk membuktikannya. Karena yang namanya kekebalan, bisa fatal akibatnya bila Anda mendapatkan yang palsu.

Kesimpulan benda seperti Kepompong Wesi Kuning ini, aslinya tidak untuk di maharkan, kalaupun ada berarti itu bisa di pastikan barang isian atau asmakan. Dengan benda tersebut, kebanyakan dukun dan paranormal menjadikannya mata pencarian dengan mendapatkan imbalan mahar yang diberikan oleh orang yang mengambil Kepompong Wesi Kuning darinya, sampai disini semogga bisa menambah pengalaman kita semua tentang Wesi Kuning ini.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
Komentar Di Nonaktifkan