Skip to main content

Jimat Mancing Dari Bambu Untuk Pengukur Orang Gali Kuburan

Bambu bekas pengukur orang gali kuburan, sangat diakui sebuah media yang ampuh di gunakan untuk mancing ikan, baik di sungai, rawa ataupun kolam harian. Biasanya, bila ada orang yang mengunakan walesan atau jimat yang dibuat dari benda yang satu ini, maka ikan takkan henti-hentinya menyambar umpanya, aits... Sebelum Anda mengunakan jimat pengukur orang gali kuburan ini sebaiknya ketahui dulu cara membuatnya, resiko dan tata cara pengambilanya, bila diambil sembarangan tetap saja tidak akan ada gunanya.

buat jimat mancing dan walesan dari bambu untuk mengukur orang gali kuburan ✓

Bambu yang akan dijadikan jimat atau walesan (joran) ini, harus melewati tahap pembuatan untuk mengaktifkan energinya dan Anda harus tau cara membuatnya, maka itulah bagi Anda yang berminat untuk membuatnya, perhatikan tata caranya dengan benar dibawah ini.

ALAT PENGUKUR ORANG GALI KUBURAN SUSAH DI DAPAT
Sebenarnya tidak juga, kebanyakan orang yang akan mengali kuburan akan mengukur terlebih dahulu panjang bakal liangnya, nah alat ukur tersebut bisa dari kayu ranting atau bambu, biasanya mengunakan bambu. Nah alat pengukur inilah yang akan dijadikan bahan untuk membuat alat pancing baik itu walesan yang digunakan ataupun hanya diambil beberapa bagian saja yang nantinya digunakan sebagai jimat.

Nah untuk Anda yang ingin membuatnya, siapkan tekat dan mental yang kuat serta keyakinan yang mendalam.
Ingat, apa saja yang berhubungan dengan kuburan akan membawa suasana yang ngeri dan sengkala atau kesialan bila Anda salah dalam langkah pembuatan dan mengambilnya.
Maka dari itulah dibutuhkan pengetahuan sebelum Anda membuat jimat yang 1 ini.

Tata Cara Mengambil Bekas Bambu Pengukur Kuburan Yang Benar dan Pas Supaya Bisa di Gunakan

Dalam pengambilan alat pengukur ini, ada hal yang harus Anda ketahui karena tidak semua bambu atau alat ukur orang gali kuburan ini bisa Anda gunakan. Untuk mengambil yang bisa di pakai adalah bambu atau kayu yang di jadikan pengukur harus belum di langkahi oleh orang, bila sudah terlangkahi maka benda tersebut tidak bisa Anda gunakan.

Ada pun cara mengambilnya sebagai berikut:
  1. Bila ada orang yang meninggal dunia, Anda bersiaplah untuk aktif ngelayat dan berada di pemakaman.
  2. Saat mencari atau penyiapan alat untuk mengukur ini, maka jagalah supaya tidak di langkahi oleh orang, bisa di contohkan Anda letakan di pinggir atau dimana saja yang penting tidak di langkahi.
  3. Setelah semua proses pemakaman selesai, pastikan alat pengukur itu tidak di langkahi, tarok di samping makam yang baru dikubur tadi, tepatnya di sebelah kanan dan jangan langsung dibawa pulang.
  4. Pada malam harinya, tepat jam 12 malam berangkatlah untuk mengambilnya. Setelah sampai dirumah jangan pernah membawa masuk ke dalam rumah.
Setelah semua langkah diatas Anda kerjakan dengan pas, selanjutnya Anda mulai persiapkan diri untuk menjadikanya berenergi dan bisa di gunakan untuk mancing dan membawa hoki.

Cara Mengisi Energi Ke Bambu Pengukur Kuburan Supaya Bisa Membawa Keberuntungan Saat Mancing Ikan

Anda harus berfikir mantap, alat pengukur itu mau di jadikan walesan (joran) pancing atau sekadar jimat. Bila Anda ingin membuat joran maka harus di buat dulu mengunakan pisau dan sebagainya, kunci panjangnya harus lebih sejengkal dari tinggi Anda berdiri, bila untuk jimat bisa Anda potong kira-kira sekilan (sejengkal) saja.

Setelah selesai membuatnya, Anda harus menyiapkan benang 3 warna yaitu: Merah, Putih dan Hitam untuk proses terakhir nanti. Selanjutnya Anda siapkan air dengan kembang telon (3 warna) untuk membasuh jimat atau walesan tadi tepat jam 12 malam selama 3 malam berturut-turut.

Sebelum di basuh air kembang, terlebih dahulu walesan atau jimat tadi harus Anda jemur di bawah cahaya bulan kurang lebih selama 3 jam. Setiap selesai menjemur di bawah cahaya bulan barulah di basuh air kembang, walesan atau jimat yang Anda buat ini tetap tidak boleh dibawa masuk ke dalam rumah Anda.

Setelah malam ke 3, persiapan benang 3 warna tadi Anda gulungkan ke bagian bawah gagang jimat atau walesan yang Anda buat, mengulungnya harus 3 kali putaran dan ikat mati supaya tidak bisa terlepas. Besoknya benda ini siap untuk Anda gunakan tapi ingat ada resiko dan pantangan dalam mengunakan jimat ini.

Pantangan dan Resiko Mengunakan Jimat Mancing Dari Pengukur Makam / Kuburan Untuk Diri Sendiri dan Juga Orang Di Sekitar

Nah bila Anda mengunakan jimat ini, jangan lupa untuk mengetahui juga resikonya, selain itu tetap pasti ada pantanganya. Tujuan dari saya bagikan resiko dan pantangan ini adalah untuk diri Anda supaya bisa berhati-hati dan menghindari hal-hal yang tidak di inginkan terjadi.

Untuk Pantanganya tidaklah terlalu rumit, karena Anda cukup menghindari pancing ini terlangkahi baik oleh Anda sendiri ataupun teman, orang di sekitar Anda. Jadi bila Anda ingin tetap terus berfungsi jimat ini, maka hindari terlangkahi.

Karena bila sudah di langkah, maka buang saja jimat atau walesan yang Anda buat ini. Walesan atau Jimat tidak akan berfungsi bila sudah terlangar pantanganya, bila masih Anda bawa memancing ikan hasilnya tetap saja akan seperti pancing biasa.

Untuk Resikonya jangan sampai dibawa masuk ke dalam rumah, bila sampai itu terjadi konon akan membuat aura di rumah menjadi seram dan seret rejeki. Termasuk ke rumah orang lain seperti warung dan sebagainya. Perlu Anda ketahui, setiap hari memiliki Tuah yang berbeda-beda, termasuk energi yang terkandung ke dalam jimat mancing ini, bila kekuatan energinya terlalu besar bisa membuat malapetaka bagi pemilik rumah, yang utama terjadi adalah kesialan. Sial akan menimpa tempat yang Anda bawa walesan atau jimat itu masuk ke ruanganya, karena akan meninggalkan energi negative di tempat tersebut.

Sedangkan walesan atau jimat yang Anda bawa mancing ikan tersebut, sebenarnya mengandung energi negative yang buruk. Bermacam-macam makhluk halus akan mengikuti Anda saat membawanya, kalaipun Anda banyak mendapatkan ikan saat mancing itu karena memang danyang yang berada di sekitaran Anda mancing berada dekat dengan Anda, maka dari itulah ikan akan berkumpul untuk memakan umpan pancing Anda.

Untuk resiko bagi diri Anda sendiri sebenarnya tetap saja ada, tapi kebanyakan orang tidak bisa menyadari apa-apa yang terjadi itu karena kesalahanya sendiri, termasuk saat Anda mengunakan jimat ini untuk mancing ikan. Saat asik mancing dan terjadi sesuatu hal, terkadang Anda mengambaikan bahwa efek tersebut bersumber dari jimat di gunakan Anda sendiri.

Kesimpulan
Pada umumnya, jimat atau walesan yang dibuat dari pengukur orang mengali kuburan ini memang terkenal ampuh, tapi juga sebaliknya resiko akan kian besar untuk diri yang mengunakanya. Karena kebanyakan orang yang terlanjur hobi memancing ikan, membuatnya tidak akan mengindahkan resiko yang akan ia alami saat mengunakan walesan dan jimat yang dibuat dari bambu pengukur orang gali kuburan ini.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
Komentar Di Nonaktifkan