--> Skip to main content

Niat Tirakat Melek Lengkap Dengan Makna dan Tujuan Penentasan

Lelaku tirakat melek 1 hari 2 dan 3 hari bahkan untuk beberapa minggu, itu mungkin pernah di jalani oleh orang tua jaman dulu, apa lagi saat sedang menjalani serangkaian ritual untuk mentas ilmu-ilmu atau ajian kejawen. Tirakat melek ini memang terkesan mudah di lakukan, bila Anda kuat begadang (tidak tidur) tentu Anda sanggup untuk menjalani tirakat melek ini, namun sejatinya tidak semudah yang Anda bayangkan karena di dalam tahapan tirakat melek ada banyak sekali makna yang terkandung di dalamnya.

Lelaku tirakat melek 1 hari 2 dan 3 hari bahkan untuk beberapa minggu, itu mungkin pernah di jalani oleh orang tua jaman dulu, apa lagi saat sedang menjalani serangkaian ritual untuk mentas ilmu-ilmu atau ajian kejawen. Tirakat melek ini memang terkesan mudah di lakukan, bila Anda kuat begadang (tidak tidur) tentu Anda sanggup untuk menjalani tirakat melek ini, namun sejatinya tidak semudah yang Anda bayangkan karena di dalam tahapan tirakat melek ada banyak sekali makna yang terkandung di dalamnya.

Tirakat melek, untuk artinya dalam bahasa Indonesia bisa di arahkan ke:

Melek Mata yang terjaga, bisa di artikan sebagai begadang, tidak tidur dalam kondisi sedang mempelajari atau tidak sebuah ilmu.

Jadi, orang yang tidak tidur di waktu malam bisa di Gambarkan sedang Melek. Karena matanya tidak tertutup atau mejam (tidur) dan sebagainya, namun tirakat melek masih berada di dalam khasanah Kejawen apa bila si pelaku melek sedang menentaskan atau dalam tahap menguasai sebuah ilmu kebatinan.

Nah buat Anda yang kebetulan, atau memang akan menjalani tirakat melek ini, ada baiknya ingat dan memahami tentang lelaku melek itu sendiri bukan hanya sekadar tahan tidak tidur, tapi coba memahami akan semua yang terkandung di dalamnya, mengapa ada ini tirakat melek!

Karena kebanyakan orang yang kurang pengaruh dari sang gurunya, hanya bisa menjalani ritualnya, tapi pas penentasan akan gagal apa yang ia pelajari. Dari sinilah, butuhnya peranan guru yang benar-benar bisa mengarahkan sang murid, bukan hanya kuat dengan tirakatnya tapi juga mengerti akan apa yang sedang ia jalani.

Niat Puasa / Tirakat Melek

Untuk Anda yang akan menjalani melek, biasanya akan di ajarkan oleh guru Anda, kecuali bila menjalaninya hanya dengan otodidak atau secara mandiri dan disini Anda membutuhkan niat utama untuk menjalaninya, adapun niatnya sebagai berikut:

Niat insun melek, kange penentasan (sebutkan hajat menjalaninya) Saking gusti Allah kulo nyuwun pangaputen Laillahaillaallah Muhammadurrasulallahm

Untuk yang saya tandai kurung, itu bisa Anda isikan dengan apa yang menjadi hajat Anda saat itu, sebutkan bila akan menjalani sesuatu termasuk pelet, ajian dan sejenisnya.

Yang penting Anda menjalani tirakat melek tau apa yang sedang Anda jalani, jangan hanya melek tapi gak tau apa yang Anda palajari, begitupun guru Anda harus tau apa yang di ajarkan kepada sang murid jangan bisanya cuma mengajarkan tanpa mengetahui seluk beluknya. Nah pada niat melek yang saya tuliskan diatas tadi, itu adalah ummnya yang banyak di pakai oleh orang yang sedang menjalani tirakat melek, termasuk Anda bila menjalaninya kemungkinan niatnya sama saja.

Selain niat tadi, yang harus Anda ketahui selanjutnya adalah makna dan tujuan, untuk apa Anda menjalaninya, karena tidak mungkin apa yang Anda jalani itu tidak tau apa, contohnya pelet, kan Anda tau apa yang sedang di kuasai.

Makna Tirakat Melek Orang Jawa

Sebagian orang mungkin tidak mengetahui, bahwa di dalam tirakat melek itu ada suatu hal yang berkaitan erat dengan dirinya. Makna itu tersirat dari terbukanya ke dua mata, mata Anda bisa di wakilkan sebagai adab dalan kehidupan, melihat yang baik dan buruk kehidupan yang Anda jalani.

Memahami sebuah makna dari Melek, membuka mata yang bila Anda pahami bukan hanya sebatas itu saja, tapi lebih mengarah pada diri Anda sendiri, sebutlah sebuah perbuatan baik yang bisa Anda lakukan. Disini bisa kita ambil contoh Sedakoh, membuka mata yangkanan, dan tidak boleh menganggap rendahnya seseorang yang bila Anda pandang sebelah mata (kiri maksudnya), berbagai pengambaran ini bahkan lebih luas lagi bila Anda pahami sepenuhnya.

Dalam keadaan Melek, Anda sangat di tuntut dengan pikir-pikir atau dalam agama islam di sebut dengan Tafakur (pikir-pikir). Memikirkan sesuatu hal, baik itu kehidupan nyata atau setelah mati nanti, sekalipun Anda menjalani tirakat untuk kekebalan tapi Anda tetap di maknai untuk berfikir mati nantinya, inilah sebabnya terkadang dalam sebuah ilmu kejawen akan mensyatkan Anda untuk tidak tidur di malam terakhir penentasan sebuah Ajian, karena maksudnya supa Anda berfikir mengambil sebuah ilmu untuk kekebalan badan.

Inilah yang terkadang, membuat kita gagal untuk mempelajari 1 ajian karena tidak bisa berfikir pada malam terakhir penentasan, bukan karena gagal puasa dan sebagainya tapi memang gagal karena menganggap sepeleh tirakat melek.

Jadi kuncinya, melek itu hanya penyebutan namun mengarah pada kehidupan untuk melihat keadaan di sekitar kita. Yang kanan untuk melihat yang baik, dan kiri yang tidak dan cukup sebataa itu saja silahkan Anda memahaminya sendiri.

Tujuan Puasa Melek

Hampir sama dengan maknanya, kebanyakan orang yang melakukan tirakat melek ini untuk berbagai tujuan, biasanya yang paling umum adalah penentasan sebuah ilmu. Namun terkadang memang ada orang yang melakukan pikir-pikir tanpa di dasari dengan ilmu pengetahuan apapun.

Sebutlah Anda mengamalkan ilmu pelet melek, Anda di syaratkan untuk tidak tidur di waktu tertentu, dalam tujuan ini Anda sebaiknya memikirkan sebuah ilmu yang akan Anda kuasai, untuk apa jelasnya mempelajari ilmu pelet itu sendiri, apa hanya kepuasan semata atau memang membutuhkanya. Tapi tidak mungkin bila Anda menjalani melek itu tanpa tujuan, kecuali buat Anda yang suka begadang tanpa alasan dan tukuan yang pasti nyata untuk diri Anda.

KESIMPULAN
Tirakat melek untuk pelet dan sebagainya adalah sebuah penentasan dari sebuah ilmu yang akan Anda kuasai, lebih tertuju pada tujuab Anda dalam mengamalkan sebuah ilmu yang harus di pikir secara matang bukan hanya sebatas keinginan tapi lebih jauh tentang hati nurani Anda dalam menjalani tirakat melek.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
Komentar Di Nonaktifkan