Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Amalan Pembuka Rezeki, Dari 4 Penjuru Mata Angin

Doa pembuka rejeki yang terus dibaca agar kehidupan berkecukupan sudah banyak yang mengunakan, setiap menjalankan usaha hampir kebanyakan Muslim akan memanjatkan doa kepada Allah swt supaya penghasilan bisa mencukup ada yang diharapkan.

Doa pembuka rejeki yang terus dibaca agar kehidupan berkecukupan

Ada juga sebaliknya, selalu berdoa tapi kehidupan selalu seret rejeki yang di dapat, ada begitu banyak surat dan amalan pembuka rezeki yang digunakan karena sebuah harapan untuk terbukanya pintu rezeki.

Padahal tanpa disadari yang kurang itu tak tepat mengamalkan sebuah amalan membuka pintu rezeki dari setiap penjuru mata angin, bila sudah terbuka akan dirasa enak dan mudah mendapatkan apa yang diharapkan.

Tapi disayangkan, saat pintu rezeki terbuka dan mendapatkan bergelimangan harta akhirnya melupakan apa yang seharunya dijalankan yaitu Ibadah.

Karena sudah banyak harta dan rejeki tak seret, membuat kehidupan berubah menjadi sebuah kesibukan duniawi dan melupakan yang sewajibnya dikerjakan, disinilah yang sangat disayangkan.

Jadi kekuarangan dalam membuka rezeki dan menjadi seret itu hanya 1 saja, apa? Kurang bersyukur atas apa yang Allah swt berikan, karena apa yang kita butuhkan sudah ditanggung sedari awalnya kita turun ke dunia.

Untuk menyadari semua itu, silahkan untuk duduk sendiri dulu lalu berpikir sambil resepai dihati dengan beberapa potongan surat dibawah ini:

وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Wa yarzuq-hu min ḥaiṡu lā yaḥtasib, wa may yatawakkal 'alallāhi fa huwa ḥasbuh, innallāha bāligu amrih, qad ja'alallāhu likulli syai`ing qadrādan.

Artinya: Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.
(At-Talaq Ayat 3)

Cukup dengan 1 ayat diatas sudah bisa dipastikan untuk bisa berfikir lebih dalam, mengharapkan tentang rezeki yang jelas sudah ada untuk kita, namun memang sebagai Manusia tak lepas dari kesalahan, untuk tambahan diresapi dengan hati:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ

Fa qultustagfirụ rabbakum innahụ kāna gaffārā.

Artinya: maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun,

يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًاۙ

Yursilis-samā`a 'alaikum midrārā.

Artinya: niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu,

وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّكُمْ اَنْهٰرًاۗ

Wa yumdidkum bi`amwāliw wa banīna wa yaj'al lakum jannātiw wa yaj'al lakum an-hārādan.

Artinya: Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.”
(Surat Nuh ayat 10 - 12)

Dibawah ini masih untuk kita berpikir dengan rasa yang dalam menyadari semuanya, diakhir nanti akan ada amalan yang mungkin cocok untuk Anda gunakan pembuka rezeki saat berusaha.

 وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Wa mā min dābbatin fil-arḍi illā 'alallāhi rizquhā wa ya'lamu mustaqarrahā wa mustauda'ahā, kullun fī kitābim mubīn.

Artinya: Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
(Surat Hud ayat 6)

وَاٰتٰىكُمْ مِّنْ كُلِّ مَا سَاَلْتُمُوْهُۗ وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَظَلُوْمٌ كَفَّارٌ

Wa ātākum ming kulli mā sa`altumụh, wa in ta'uddụ ni'matallāhi lā tuḥṣụhā, innal-insāna laẓalụmung kaffār.

Artinya: Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).
(Surat Ibrahim ayat 34)

Beberapa ayat dari surat diatas akan lebih baik untuk kita resapi saat duduk sendirian, jangan pernah berfikir suatu permasalahan sambil rebahan terutama menjelang tidur, karena bila sudau tidur dipastikan lupa dan membutuhkan berfikir ulang lagi.

Tujuan berfikir tentang beberapa ayat diatas tadi untuk kita lebih tau apa kukarangan yang ada dalam diri kita, sebelum rezeki menjadi seret seperti ini.

Setelah hati menjadi lega dan mengetahui setiap apa yang sudah kita perbuat sebelumnya, Anda bila mencoba mengamalkan doa dibawah ini yang memang dikhususkan untuk pembuka pintu rejeki yang dibaca setelah sholat fardhu:

ربّي زدنى علماً ووسّع لى فى رزقى وبارك لى فيما رزقتنى واجعلنى محبوبا في قلوب عبادك وعزيزًا فى عيونهم واجعلنى وجيهاً في الدنيا والاخرة ومن المقرًبين يا كثير النوال يا حسن الفعال يا قائما بلا زوال يا مبدأ بلا مثال فلك الحمد ولك المنة ولك الشرف على كل حال

Latin: Robbi zidni ilman, wawasi’ li fi rizqi, wabarik li fi maa razaqtani, waj’alni mahbuban fi qulubi ibadika, wa azizan fi uyunihim, waj’alni wajihan fiddunya wal akhiroh, waminal muqarrabin, ya kasiran nawal, ya hasanal fiaal, ya qoiman bila zawal, ya mubdian bila misal, falakalhamdu, walakalminnatu, walakassarofu ala kulli hal.

Amalan diatas cukup dibaca 1 kali selepas menjalani sholat fardhu 5 waktu, sedangkan saat pagi akan berangkat kerja dan sepulangnya saat sampai rumah lanjutkan dengan amalam dibawah ini sebanyak 7 kali.

حسبي الله لا اله الا هو عليه توكّلت وهو ربّ العرش العظيم

Latin: Hasbiyallahu laa ilaha illa huwa alaihi tawakaltu wahuwa robbul arsyil adhim.

Kedua amalan diatas ditujukan untuk pembuka pintu rezeki dari 4 mata angin, biasanya bila kita pergi menemui ulama dan meminta amalan untuk kerezekian, akan disarankan amalab diatas namun ketentuan biasanya ada yang sama juga berbeda.

Untuk pengamalan amalah diatas melalui artikel ini yang pertama dibaca 1 kali selepas sholat fardhu 5 waktu, dan yang kedua dibaca 7 kali saat akan pergi kerja dan sepulang ke rumah.

Kunci mengamalkannya adalah Istiqoma, dirutinkan tanpa ada rasa malas untuk membacanya, dimana biasanya saat sebuah hajat akan turun sampai kepada kita ujian akan tetap terus datang membatalkan semuanya

Maka dari itulah usahakan selalu istiqomah walaupun dalam hati sudah terasa berat dan malas mengamalkan amalan pembuka rezeki.

Posting Komentar untuk "Amalan Pembuka Rezeki, Dari 4 Penjuru Mata Angin"