Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pukulan Latudrikuhul Abshaaru wa Huwa Yudrikul Abshaar

Pukulan Latudrikuhul, yang digunakan oleh para Ahli Hikmah untuk gemblengan pada para santri, termasuk juga bila ada yang datang dan membutuhkannya.

Pukulan Latudrikuhul, yang digunakan oleh para Ahli Hikmah

Pada intinya amalan ini bukan hanya digunakan untuk pukulan secara pertarungan fisik saja, tapi lebih dalam dari itu karena terlalu besar manfaat untuk mengamalkannya.

Jadi tidak salah bila banyak sekali yang menyukai wiritan sebagai amalan untuk mengamalkan Tudrikuhul, bayangkan beberapa fungsi utama untuk yang mengamalkannya:

  • Di mudahkan rejeki.
  • Disukai banyak orang.
  • Terhindar dari bahaya.
  • Dipermudah dalam urusan.
  • Meraih kesumpuraan dalam ilmu kebatinan.
  • Dipermudah untuk menyembuhkan penyakit mata.
  • Dan mampu mengirimkan pukulan tanpa menyentuh.

Beberapa fungsi diatas hanya sebagian saja, dan masih sangat luas lagi bila rutin diamalkan.

Dan yang terasa ringan mengerjakan amalan ini tidak harus melewati dengan tirakat dan berpuasa, cukup dijadikan amalan rutin dan wiritan pada malam tertentu dan bisa mendapatkan karomah dari mengamalkannya.

Untuk bisa mendapatkan cukup hafalkan kunci doa untuk digunakan wiritan, berikut bacaannya:

"Laa tudrikuhul abshaaru wa huwa yudrikul abshaar. Wahuwal lathiiful khabiir."
(Al-an'am Ayat 103)

Diatas adalah amalan yang digunakan untuk kunci utama pengamalan, nantinya akan dibaca secara rutin diwaktu pagi dan malam hari sebanyak 8 kali.

Diamalkan khusus setiap malam jum'at kliwon dengan mewiritkan sebanyak 99 kali dan disambung dengan beberapa bacaan dibawah ini:

Yaa Alloh Yaa Hayyu Yaa Qoyyum Yaa Azhiim Yaa Robbal ‘Aalamiin. Qoyyumu Yarzuqu Mayyasyaa’Ulquwwah Illahi Anta Maqsudi waridhokal Mathlubi Wa ufaw widhu amri Ilallooh Latudrikuhul Abshoru wa hu wa yudhrikuhul abshoru wahuwa lathiful khobiir.

Amalan diatas digunakan bila terdapat tujuan yang lebih khusus, sedangkan yang pertama tadi selalu tetap dibaca saat pagi dan malam hari sebelum tidur.

Saat mewiritan tetap harus dibaca mulai dari yang pertama dan yang diatas ini dan dibaca sebanyak 111 kali, kemudian lanjutkan lagi membaca amalan dibawah ini.

Laa Hawla WalaQuwwata illah billahil Aliyyul Azhiim Inna Lillahi wa inna ilaihi roji’un wa aliifun wa laa ya muutun illaa bi ‘izhnillaah Yaa Alloh Yaa Hayyu Yaa Qoyyum Yaa Dzal Jalali wal Ikroom Yaa Alloh Yaa Lathiif Yaa Hafidz Yaa Hakiim Yaa Wakiil Yaa Allooh Inna Nahnu Nazalna Dzikro wa inna lahu laha fizhun Allohumma Sholli Ala Muhammad wa Aali Muhammad Laa Fatta illaa ‘Ali wa laa saifa illa Dzulfaqor Alam taro ilallazhiina khorojuu min diyaa rihim wa hum uluufun hazarol mauut.

Shummum bukmum ‘umyun fahum laa yarji’uun Allahumaj’alni mahbuban fii Quluu bil mumiinina wa basyirni wa baliqni wa bil ghonii ilaa miati wa asrini sanatan fallahu khoiron hafizhon wahuwa yaa arhamar rohiimiin Khotamalloohu ‘alaa quluubihim wa ‘alaa sam’ihim wa ‘alaa abshoorihim ghisyaa watun wa laahum ‘adzabun ‘azhiim Ayat Qursy.

Sedangkan bacaan diatas ini cukup 13 kali saat diwiritkan dan tutup dengan istigfar semampunya.

Untuk pengunaan khusus, gunakan bacaan yang kedua setelah yang utama digunakan, pengamalannya bisa langsung dikirimkan ke orang tertuju yang dibaca sebanyak 21 kali, dan bila untuk pemagaran diri sendiri cukup dibaca 7 kali saat mendesak.

Harap diingat!
Amalan diatas harap jangan dikirimkan ke nama orang tanpa hal yang membahayakan, karena pertanggung jawabannya nanti akan tetap kembali pada Anda walaupun tidak secara langsung di dunia tetap akan diminta tanggung jawab mengunakan amalannya.

Jadi gunakanlah sewajarnya untuk diri sendiri dan bermanfaat!

Posting Komentar untuk "Pukulan Latudrikuhul Abshaaru wa Huwa Yudrikul Abshaar"