Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ajian Rawa Rontek

Ajian Rawa Rontek, sebuah ilmu legendaris yang berhubungan pada regenerasi sel dalam diri Manusia yang mampu memperbarui setiap kerusakan dalam diri.

Bukan berdasarkan kesehatan tapi secara inti alami dari dalam diri yang tak akan mampu di lihat oleh mata namun bisa dirasakan dengan rasa sakit yang teramat dasyat.

mengetahui cerita pemilik ilmu Ajian Rawa Rontek

Seperti yang kita ketahui, terdapat arti pada ucapan ini contohnya Rawa adalah genangan air dan Rontek bendera pada tiang atau tombak. Jadi sebutan ini merupakan sebuah titik pada inti rowo diri seseorang yang sangat berkaitan erat dengan Ajian Pancasona, dimana saat muncul terlebih dahulu tercipta jauh sebelumnya di murnikan dengan tersisipi Bissmillahirohmannirohim dalam bait mantra untuk yang memiliki inti dari ilmu ini.

Apa pemilik Ajian Rawa Rontek tidak bisa di bunuh? Tidak!

Maksudnya bukan tidak mati saat di bunuh melalui tusuk, tikaman benda tajam, sabetan pedang dan bendil tembakan.

Banyak yang salah kaprah dalam mengetahui cerita pemilik ilmu Ajian Rawa Rontek, termasuk cara mempelajari agar mendapatkan khodamnya.

Ajian Rawa Rontek merupakan sebuah ilmu yang dipelajari pada sebuah perguruan pada masa dulu, layaknya belajar di sekolah dimana setiap mau naik kelas akan ada ujian yang harus di selesaikan.

Hanya saja cara menyelesaikan ujian yang diberikan itu berbeda, bila sekolah cukup dengan mengingat dan menulis, sedangkan belajar pada perguruan Ajian Rawa Rontek harus di selesaikan melalui tirakat yang berhubungan dengan hati, pikiran, prilaku juga rasa keprihatinan diri bahkan lebih berat dan tidak mudah untuk menyelesaikannya.

Sama dengan mempelajari sebuah doa yang disusun berdasarkan Hizib, dibutuhkan olahan batin yang berhubungan dengan sang pecipta. Ajian Rawa Rontek sama, ada hubungan dengan yang menciptakan diri, hanya saja karena pada masa itu belum masuk Islam tentu berbeda kepercayaan dan keyakinanya.

Jadi untuk Anda yang pernah mendengar cerita seputaran Ajian Rawa Rontek, pasti tersimpang siur karena tidak akan jelas dan akurat seluk beluk dari ilmu ini, namun bisa di akuratkan berdasarkan hubunganya dengan Pancasona.

Sejarah Ajian Rawa Rontek

Jauh sebelum munculnya Resi Respati yang menciptakan Ajian tandingan untuk Rawa Rontek yaitu Pancasona, dimulai dari sebuah pertarungan sengit yang tidak akan bisa dibunuh pemilik ilmu ini.

Pada awalnya tujuan tercipta Ajian Rawa Rontek sama dengan Pancasona, hanya saja berbeda untuk penyebutanya, di mana Rowo Rantek adalah ciptaan Resi Dolegati Aresir dan Pancasona Respati.

Keutamaan inti dari ilmu ini sama saja agar tidak mempan di serang dengan senjata tajam, bila terluka meregenerasi dengan cepat, jika terputus akan menyambung lagi.

Walaupun pada masa awal terciptanya, tidak langsung orang yang belajar ilmu ini berada pada tingkat tinggi karena semuanya ada fase dalam mempelajarinya.

Ajian Rawa Rontek Tingkat Tinggi

Dalam mempelajari pada masa dulu terdapat 3 tingkat setiap orang yang akan memiliki Ajian Rawa Rontek.

Dimana pada tingkat dasar harus menyikapi setiap prilaku dan mengenal diri sendiri, setelah itu baru memasuki tingkat awal untuk terus mempelajari hingga mentas.

Tingkat 1: Pada tahap ini kekuatan dari Ajian Rawa Rontek berada pada kulit dan belum menyatu, hanya melampisi saja juga masih terbilang cukup untuk kekebalan kulit dari berbagai serangan termasuk senjata tajam, namun masih terbilang awal dan masih bisa mati dibunuh.

Tingkat 2: Jika sudah naik pada tingakatan ini lumayan, sudah sulit menemukan tandingan untuk ilmu kekebalan karena fase bersatunya antara khodam pada kulit orang yang mempelajarinya.

Tingkat 3: Ini sudah puncak Ajian Rawa Rontek namun belum mentas lulus mempelajari ilmunya. Karena pada tahap ini khodam baru mulai merasuki setiap sel tubuh orang yang mempelajarinya, mendapati kulit yang bertambah rapat, lancar peredaran darah hingga kekebalan berada pada setiap tulang sum-sum termasuk bola mata dan isi kepala seperti otak dan seluruh yang berada di dalam tubuhnya.

Ajian Rawa Rontek Tidak Bisa Mati

Pada tingkatan terakhir ini, setiap khodam merasuki sepenuhnya pada tubuh orang yang mempelajari sebelumnya, setiap sel akan semakin cepat meregenerasi sehingga walaupun usianya nanti tua tapi tetap akan terlihat muda dari ciri fisik utama pemilik Ajian Rawa Rontek.

Inti dari ilmu ini adalah dengan cepat memperbarui setiap anggota tubuhnya, tapi bukan berarti tidak mati karena setiap Ruh manusia tetap akan kembali.

Hanya saja tidak bisa secara langsung di bunuh bila belum di takdirkan mati melalui usia orangnya.

Tapi orang yang menguasai Ajian Rawa Rontek bisa mati atau tidak?

Jelas mati donk, silahkan Anda telusuri dan cari tau ke seluruh dunia kira-kira masih ada tidak orang jaman dulu yang menguasai Ajian Rawa Rontek masih hidup sampai sekarang? Tentunya sudah mati juga kan!

Hanya saja terdapat proses mematikannya dan berbeda dengan kita yang orang biasa.

Pemilik Ajian Rawa Rontek Bisa Bangkit Lagi

Orang yang menguasai ilmu ini bila dibunuh secara langsung dan belum sampai tutup usia, maka tidak akan mati sepenuhnya.

Tapi tidak secara langsung begitu di habisi langsung hidup lagi, layaknya orang pingsan yang tidak sadar.

Saat khodam menjalankan pekerjaan dan memperbarui semua sel tubuh yang rusak selesai tentu akan hidup lagi orangnya.

Ibaratkan dengan mobil yang kehabisan Aki, bila di dorong tentu akan bisa hidup tapi tetap harus menganti Aki yang baru kan, walaupun tidak stabil.

Hampir sama dengan pemilik Ajian Rawa Rontek, walau sel tubuh baru tentu ada yang harus di ganti atau tetap akan ada yang kurang (tidak stabil).

Tubuh Orang Yang Menguasai Rawa Rontek Putus Bisa Nyambung

Lagi. Tapi tidak seperti di film, dimana saat terjadi pertarungan dan tangannya putus lalu ciat langsung nyambung.

Bukan seperti itu, anggota tubuh yang putus butuh di temukan dulu baru bisa di satukan melalui proses kebatinan yang mungkin tidak akan bisa di lihat mata biasa.

Karena setiap sel yang putus akan langsung diperbarui lagi.

Inti nya seperti ini saja, semua yang terjadi dan dialami pemilik Ajian Rawa Rontek melalui proses kebatinan yang tidak akan nalar bila di pikirkan secara akal terlebih logika.

Semuanya berhubungan dengan hal ghaib, jadi susah untuk mencari tau lebih jauh tentang menyambung tubuh orang yang memiliki ilmu ini.

Kira-kira ada bekas luka atau tidak ya? Sepertinya tidak, kan diperbarui jadi mengunakan yang baru!

Mantra Ajian Rawa Rontek

Niat ingsung Ajianku Rowo Rontek, sirnaning manjing salira limput liwung ingsun urip tan kena pati. Langgeng tan keno rusak, kakang kawah adi ari-ari walet rewangono aku bopo Angkoso ibu Pertiwi.

Diatas adalah bunyi bait dari Mantra ilmu ini, namun di dapat dari berbagai sumber yang belum tentu keasliannya.

Tapi diambil dari bait mantra tersebut, memang bunyinya penyatuan proses menguasai Ajian Rawa Rontek.

Tidak harus Anda pelajari untuk mendapatkannya cukuplah tau saja!

Karena proses untuk memiliki khodam Ajian Rowo Rontek sudah pasti tidak mudah untuk mendapatkannya.

Butuh waktu yang lama atau bahkan tidak sampai berhasil hingga tuntas manjing dalam tubuh.

Pantangan Ajian Rawa Rontek

Untuk masalah pantangan orang yang memiliki ilmu ini sepertinya sulit untuk di temukan, karena hubungannya adalah menyatu dalam diri dengan erat.

Berbeda dengan kebanyakan Ajian lainnya, yang tidak boleh makan ini itu dan sebagainya.

Karena ilmu ini bersatu pada tingkat akhir, jelas hanya diketahui oleh orang yang memilikinya saja, tidak mudah bisa diketahui oleh siapa saja boleh tau.

Tapi tetap ada kan pantanganya? Jelas! Setiap ilmu sebenarnya ada hal yang di pantangkan untuk dihindari, baik itu melalui perbuatan atau juga makanan dan minuman.

Cara Mengalahkan Ilmu Ajian Rawa Rontek

Untuk kalahkan orang yang punya ilmu ini, sepertinya harus diketahui dulu memang benar lawan Anda memiliki Ajian Rawa Rontek, bila iya sepertinya akan sulit.

Karena bila ia bisa dibunuh antara kepala dan badanya harus terpisah melewati sungai atau bahkan lautan.

Namun dari beberapa Sejarah, orang yang memiliki Ajian Rawa Rontek bila mati di bunuh dan terpisah antara tubuhnya menyebrangi air, bila suatu saat nanti ada jembatan ia tetap akan bangkit lagi dan menjalani umur yang terhenti.

Maksudnya seperti ini, bila kadar umur yang ia miliki 60 tahun, lalu pada usia 30 ia mati dibunuh dan dipisahkan anggota tubuhnya.

Setelah 1000 tahun selanjutnya ia bangkit lagi, maka akan tetap menjalani usia yang tertunda selama 30 tahun selanjutnya, setelah itu barulah mati sepenuhnya.

Kesimpulan
Semua cerita Ajian Rawa Rontek diatas hanyalah berdasarkan berbagai sumber saja juga tidak bisa di akuratkan.

Jadi cukuplah jadi bahan bacaan dan menyambung sebatas cerita bila ada yang membukanya pada kehidupan Anda.