Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pakai Doa Penolak Santet Tapi Masih Kena, Pasti Ini Sebabnya!

Mengunakan doa penolak santet untuk jaga-jaga diri supaya tidak kena santet, ada banyak sekali yang bisa di komat-kamit kan, mulai dari amalan yang dikerjakan secara wiritan hingga mantra sekalian yang ditebus dengan berpuasa. Hasilnya? Saat dikirim media santet tembus, menyakiti tubuh, hati juga perasaan, menyebalkan!

mengunakan doa untuk penangkal santet tapi masih tetap kena

Aslinya kesalahan bukan ada pada doa amalan penolak santet yang Anda kerjakan, tapi rumusan media yang dikirimkan itu berbeda dengan bahan tangkal yang dipakai.

Seperti contohnya, doa penolak santet yang umum digunakan adalah Tolak Bala. Dengan mengunakan amalan ini semua balak akan terhalang, termasuk santet tidak akan bisa masuk. Tapi mungkin ada yang terlupa, bahwa Jin (khodam) santet itu juga memiliki kecerdasaan layakannya Setan, sehingga mampu memanipulasi energi untuk membendung melalui amalan yang Anda baca sebagai wiritan rutinan.

Selain itu, berbeda dengan jenis (nama) prosesi pengerjakannya, juga akan berbeda efek dan cara menangkalnya sebut saja seperti:

  • Santet
  • Teluh
  • Tenung
  • Guna-guna

Kunci penangkalan yang Anda amalkan tadinya itu apa, santet? Jelas nggak akan ada gunakannya, karena berbeda untuk proses datangnya media.

Tapi kan tolak balak! Memang benar tujuannya untuk menolak, tapi Setan justru lebih pintar untuk bisa melintasi pagaran yang di gunakan.

Bukan hanya sebatas itu saja, antara pengamal amalan untuk pagaran dan pengirim media, tetap ada perbadingan kekuatan melalui kebatinan hati masing-masing. Yang dimaksudkan ini tingkat kosentrasinya, karena pusat kebatinan itu ada disini.

Jadi misalkan antara keduanya, baik itu pengamal dan pengirim (hanya contoh):

  • Pengirim;
    Bisa kita contohkan pelet atau santet sekalian, yang diketahui mantra dan tata cara lengkapnya. Saat dikirim tidak pernah berhasil.
  • Pengamal;
    Sebaliknya, tujuannya agar terhindari sebagai penangkal tapi akhirnya tetap kena.

Jadi kesalahan kedua itu ada dimana? Ya tetap sama ada pada tingkat konsentrasi saat pengamalannya.

Jika sudah sama-sama memahami tingkat konstrasi dan daya fokus yang di amalkan, barulah di ukur dari tingkat ketajaman batinanya dalam mengamalkan.

Ketajaman batin inilah yang membutuhkan waktu lama dalam pengamalannya, termasuk doa-doa harus benar meyakinkan diri dengan kuat untuk terus mengharapkan bantuan langsung dari Allah swt sekaligus menerima keputasan Allah dan selalu siap.

Setiap pengamal doa turunnya pagaran itu langsung dari Allah swt, tidak akan ada yang lebih hebat dan kuat bisa menembus pembatasan tersebut. Akan tetapi tetap harus ada pertimbangan, bukan satu dua dukun santet juga mendekatkan diri kepada Allah swt walaupun bukan paranormal berupa doa masih tetap bisa disampaikan ke siapa saja.

Jadi efek dari santet ada banyak sekali, bukan hanya satu nama itu saja, bisa berupa teluh, tenung hingga mendoakan juga untuk keburukan karena rasa hati yang ingin mencelakai seseorang tentu sudah teramat menyakiti.

Dari itulah, dalam ajaran Agama kita Islam sudah banyak tersusun Hadist untuk kita amalkan di dunia, termasuk menyakiti hati orang melalui prilaku atau perbuatan yang awalnya tanpa kita sadari. Kata maaf tentu akan lebih baik lagi sebelum semuanya berimbas buruk.

Intinya begini saja, mengamalkan doa tolak bala itu boleh dan baik sekali dikerjakan. Tapi kalau bisa tetap harus sesuai dengan Ajaran, maksudnya bukan hanya yang diambil dari panjatan doa itu saja, tapi melalui Sunah dan pengamalan dalam kehidupan juga sangat penting.

Jadi tidak bisa hanya di fokuskan untuk pengamalan doa saja, tapi juga harus beriringan dengan prilaku diri kita sendiri.

Jika sudah mengamalkan doa tolak balak, kehidupan dalam Masyarakat terus diperbaiki dan masih tetap kena santet. Ambilah bahwa itu memang ujian dari Allah swt untuk mempertengguhkan ke Iman an kita kepada-Nya, kalaupun mampus dan dikubur itu memang kadar usia kita hanya sebatas itulah tanpa bisa maju juga mundur.

Sampai disini silahkan dipikiran dan sikapi pada diri Anda yang masih memikirkan tentang takutnya kena santet.