Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan Sihir, Santet, Teluh, Tenung, Guna-guna dan Pelet

Apa dalam sebutan santet hingga teluh dan guna-guna itu ada perbedaanya ya? Jelas donk, hanya saja terkadang salah dalam penyebutannya saat cerita kepada orang lain yang memang sama-sama belum tau sama sekali.

Contohnya begini, awal dibuka obrolan tentang santet yang nyambung ya sama hingga terus, padahal jenisnya beda yaitu telluh atau tenung.

cara membedakan santet, teluh, tenung dan guna-guna

Coba dipikirkan sebutan untuk dukun pasti ada pada santet, untuk yang jenis sama lainnya pasti jarang disebutkan seperti dukun teluh jampang atau tenung, yang paling tidak disangkut pautkan adalah guna-guna. Jika dukun pelet dan santet, wisss jadi sebutan tersohor bahkan terkadang dukun beranak masih juga dikatakan ahli nujum.

Jadi jika memang belum memahami jenis ilmu yang dikirim berdasarkan media, sebaiknya dicari tau dulu sebutannya, agar tidak salah saat akan mencari penangkal untuk terhindar atau menyembuhkan.

Karena berbeda untuk jenisnya, maka beda juga proses untuk tangkal doa tolak balak berserta penyembuhan untuk mengeluarkan jenisnya, jadi antara:

  • Sihir
  • Santet
  • Teluh
  • Tenung
  • Guna-guna
  • Dan Pelet

Itu berbeda ya? Kalau secara perbedaan tentu iya, karena tujuannya beda walaupun sama-sama untuk menyakiti, misalkan guna-guna fungsi pasti berbeda untuk mendapatkan cinta dari orang tapi imbasnya tetap untuk menyakiti hati.

Intinya perbedaan antara sebuah nama tersebut tetap sama, tapi karena manusia selalu berfikir untuk kemajuan teruslah evolusi untuk lebih kuat, sadis dan tingkat tinggi sehinggi sulit untuk ditemukan cara mengobatinya berdasarkan ilmu santet, teluh, tenung, guna-guna dan pelet oleh orang diluar ilmu tersebut seperti Ahli Hikmah atau tokoh supranatural.

Untuk lebih jelasnya, kita bahas berdasarkan sejarah asal usul ilmu santet dan terus susunan penurunanya agar tidak terjadi kesalah pahaman lagi untuk yang ingin mengetahuinya.

Sihir

Ini nenek moyang ilmu santet, dimana sudah ada sejak zaman Nabi Sulaiman as terdahulu yang terus dipelajari. Sihir dalam bahasa Arab tersusun dari huruf ر, ح, س (siin, kha, dan ra).

Secara bahasa bermakna segala sesuatu yang nampak samar. Oleh karena kita mengenal istilah waktu sahur yang memiliki akar kata yang sama, yaitu siin, kha dan ra, yang artinya waktu ketika segala sesuatu tampak samar atau remang-remang:

Seorang pakar bahasa, Al Azhari mengatakan, “Akar kata sihir maknanya adalah memalingkan sesuatu dari hakikatnya. Maka ketika ada seorang menampakkan keburukan dengan tampilan kebaikan dan menampilkan sesuatu dalam tampilan yang tidak senyatanya maka dikatakan dia telah menyihir sesuatu”.

Sihir menciptakan semua dari yang diketahui sekarang, mulai dari santet hingga pelet dan pembantunya lebih kuat dizaman dahulu ketimbang sekarang yang selalu mengandalkan Jin (khodam), dijaman dulu langsung dengan Setan melalui perjanjian yang akan diperantarai. Inti nya ilmu paling ngeri karena memang langsung berhuhungan dan penyatuan antara batin diserahkan untuk dikuasai Setan.

Karena kehidupan kita bukan zaman itu, jadi yang diketahui untuk di masa ini adalah turunannya 1 level dibawah sihir yaitu.

Santet

Nah yang ini baru paling banyak di kenal dan jadi bahan cerita, jenis ilmu santet ini terbilang kasar dan paling cepat, baik terkirim, masuk dan membinasakan orang.

Hanya saja untuk media yang dikirimkan pada umumnya benda mati seperti:

  • Boneka:
    1. Jarum
    2. Jerami padi
    3. Silet
    4. Beling
    5. Sapu lidi khusus
    6. Lilin
    7. Benang
    Atau benda mati lainnya lagi termasuk tulang atau serbuk besi.
  • Kembang:
    Biasanya digunakan untuk mengirimkan sebagai perantaranya, sedangkan alat yang digunakan tetap media mati.
  • Batu Giling:
    Jenis ini saat diobati terlihat atau dikeluarkan dari pinggang, perut atau punggung tujuannya menyakitan secara bertahap. Melumpuhkan dan sebagainya.

Jadi untuk Anda yang belum mengetahui pasti dengan jenis santet, maka bila terlihat itu benda medianya mati seperti beberapa yang disebut tadi berarti itu santet.

Untuk evolusi dibawahnya bukan lagi level, tapi justru lebih kuat lagi dari santet dan mematikan namun halus cara kerjanya.

Teluh

Yang dimaksudkan banyak digunakan untuk tujuan menyakiti orang adalah teluh, media utama yang digunakan untuk perantara penyakit dengan unsur hewan (hidup) seperti:

  • Ular welang atau weling
  • Kelabang
  • Kalajengking
  • Sengatan tawon
  • Duri ikan
  • Ulat menjijikan
  • Kadal caweng
  • Kodok Bangkong (buduk)
  • Lintah dan Pacet.

Sebenarnya masih banyak lagi media hewan yang biasanya bisa ditemukan saat proses penyembuhan telluh, namun yang sering nampak dan digunakan hanya media diatas saja juga termasuk tingkat yang lumayan.

Berlanjut untuk yang paling banyak digunakan, sejenis santet tapi bukan teluh yaitu.

Tenung

Kekuatan ini bisa dikatakan evolusi dari semua jenis santet dan teluh, tujuannya lebih menyakiti lagi dan banyak diketahui orang namun tetap yang kena tuduhan adalah santet!

Dengan tenung inilah paling banyak diketahui orang yang belum mengetahuinya, media telur lalu dibakar sampai pecah. Jika meledak perut orang yang menjadi sasaran akan pecah juga.

Apa pun media yang akan digunakan dengan jenis tenung tetap sama saja, bahkan batu krikil bisa ada dalam perut seseorang tanpa harus ditelan dan tidak akan bisa keluar lagi sebelum di obati.

Bukan hanya sebatas itu, termasuk media hewan seperti ular welang sekalipun tetap bisa dikirim dan berada dalam tubuh orang yang ditujukan.

Jadi dukun yang dikatakan santet, jika tingkat ilmu yang dipelajarinya sudah pada tahap ini, jelas itu tenung. Mampu melewati seberangan pulau untuk mengirimkan media tenungannya, selain itu khodam yang mengiringi kekuatan dari dukun tenung biasanya adalah Jenglot.

Jadi proses mengirimkan media itu mewakili dari separoh sukma dukun itu sendiri. Inilah sebabnya, jika digunakan ilmu tenung layaknya dukun meraga sukma padahal menghantarkan media ke sasaran.

Tingkat ini jarang gagal, juga sulit untuk disembuhkan karena khodam Jenglot mewakili dari separoh sukma pemiliknya, jadi saat terjadi proses penyembuhan dukun akan langsung mengetahui mau diteruskan atau biarkan saja.

Untuk media dan jenis ilmu yang berhubungan dengan menyakiti, sekaligus banyak diketahui adalah yang diatas saja, sedangkan untuk terusan kebawahnya lagi tetap ada tapi sudah tidak ada sangkut pautnya dengan media yang berunsur nyata tapi dirubah menjadi energi.

Sedangkan untuk yang lainnya terkesan untuk memperdaya seseorang contohnya:

Guna-Guna

Media yang biasanya digunakan untuk jenis ini secara langsung dari pemiliknya seperti baju, celana dalam juga minuman atau makanan.

Guna-guna yang paling banyak dikenal adalah istri muda, padahal bukan hanya sebatas itu saja. Kekuatannya lebih keras, merasuk sulit untuk disembuhkan.

Layaknya seperti Jaran Goyang, Semar Mesem atau Setan Kober jenisnya sudah mengarah pada guna-guna karena di iringi dengan khodam.

Singkatnya begini, guna-guna tingkat atau efeknya lebih kuat dan keras dan reaksi spontan masuk terlihat, berbeda untuk jenis yang dibawah tingkatannya seperti:

Pelet

Ini juga tujuan untuk mempengaruhi pikiran, tapi unsur yang digunakan mutlak energi yang masuk. Bisa dikirim dari khodam namun hanya mengantarkan energi saja lalu pergi lagi.

Inilah sebabnya, jika ada cowok atau cewek mengunakan ilmu jenis pelet saat awalnya terlihat reaksi, tidak berselang lama hilang atau sirna lagi. Akhirnya harus di ulangi lagi, karena memang kekuatan pelet tidak ada yang bertahan lama, nama nya saja energi layaknya batre jika habis perlu di isi lagi.

Kesimpulan
Dengan mengetahui semua ulasan diatas, pastinya Anda bisa menyadari bahwa semua ilmu mulai dari santet sampai pelet puncak turunannya itu tetap dari 1 saja yaitu Sihir.

Jadi jenis apapun yang digunakan untuk menyantet atau pelet, tetap saja hubungannya ada dengan kinerja setan yang memberikan bisikan sehingga akan digunakan melalui Jampi, Mantra atau hanya komat-kamit saja taraaa target tewas!