Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ajian Mundi Jati Sasongko Jati, Puncak Panca Ghaib Ilmu Paling Tinggi

Ajian Mundi Jati Sasongko Jati, merupakan sebuah puncak semua ilmu yang dipelajari oleh pemiliknya, selain memiliki tingkatan paling tinggi.

Orang yang memiliki ilmu ini, tidak akan bisa mati tanpa keinginanya sendiri hampir mirip dengan Ajian Candra Birawa namun berbeda.

ajian mundi jati sasongko jati

Walau ada banyak sekali Ajian yang serupa dengan manfaatnya, tapi tetaplah sangat jauh bila ingin di samakan.

Bukan hanya sampai situ saja, juga termasuk ilmu yang paling langkah dan hampir bisa dikatakan tidak ada lagi yang mempelajari bahkan memilikinya.

Kenapa ya Ajian Mundi Jati Sasongko Jati tidak ada yang memiliki dijaman sekarang? Itu karena ilmu ini adalah inti dari Panca Ghaib, bisa dikatakan juga melebihi Ajian Pancasona, karena harapan orang mempelajarinya untuk bersatu dengan sedulur batin, yang terdapat perbedaan yang banyak diketahui sekarang.

Jadi pada dasarnya orang yang mempelajari Ajian Mundi Jati Sasongko Jati lebih mendasarkan untuk Panca (lima) unsur dari dalam diri.

Baik berupa Wahyu atau juga Lelaku sebagai pembawaan secara prilaku dalam kehidupan.

Jadi pengamal Ajian ini bergantung pada kehidupannya, semakin baik dan berbudi luhur maka makin mendalami dan merasuk panca keseluruh tubuh pemiliknya.

Walaupun begitu, bukan di dasari dengan prilaku saja tapi harus menjalani berbagai tahap bertirakat, yang paling berat adalah meditasi layaknya menguasai Ajian Serat Jiwa yang membangkitkan semua unsur dalam diri.

Sedangkan Ajian Mundi Jati Sasongko Jati mengutamakan tapa sebagai lelaku utama, laku bahasa Jawa nya adalah Wungon diam duduk di satu tempat saja.

Untuk lebih jelasnya tentang orang mendapatkan Ajian Mundi Jati Sasongko Jati hal yang pertama untuk dipelajari adalah:

Wahyu Panca Ghoib

Dimana kekuatan unsur 5 di awal ini adalah sebagai pembuka dirinya sendiri, hanya orang-orang terpilih saja yang bisa mendapatkannya seperti:

  1. Kunci
  2. Paweling
  3. Asmo
  4. Mijil
  5. Singkir

Susunanya seperti ini, pertama Kunci. Pemikiran cepatnya adalah setiap kita akan membuka sesuai pasti harus memiliki alat ini, termasuk unsur dalam diri harus dibukan mengunakan Kunci yang diberikan oleh seseorang atau secara ghaib.

Termasuk Paweling yang mengutamakan pada tujuan mengetahui apa yang dibutuhkan dalam kehidupan disaat ia menjalani.

Sedangkan Asmo bila adalah nama dari jati diri sendirinya.

Mijil dan Singkir, merupakan hal yang baik dan meninggalkan yang jahat dan berprilaku tidak baik dalam kehidupan.

Pada akhirnya nanti, antara panca gaib dan panca laku harus berdampingan dengan kehidupanya, untuk sebutan lelaku pancanya seperti ini:

Wahyu Panca Laku

Dalam mendapatkan kekuatan panca ini berdasarkan pada sang pencipta untuk urutannya seperti ini:

  1. Manembahing Kawula Gusti
  2. Manunggaling Kawula Gusti
  3. Leburing Kawula Gusti
  4. Sampurnaning Kawula Gusti
  5. Sampurnaning Pati Urip.

Hubungan antara ke dua Wahyu yang di dapatkan oleh orang yang mempelajari Ajian Mundi Jati Sasongko Jati sangat berkaitan erat.

Termasuk kita yang hidup dijaman sekarang dan memiliki Agama sebagai keyakinan, bila di jaman Mundi Jati memang masih belum masuk Islam di Nusantara ini.

Namun tujuannya tetap sudah kembali pada sang pencipta dan bersatu erat. Untuk hubunganya seperti ini:

Panca Gaib dan Panca Laku

Kunci, Manembahing Kawula Gusti.

Pawelin, Manunggaling Kawula Gusti.

Asmo, Leburing Kawula Gusti.

Mijil, Sampurnaning Kawula Gusti.

Singkir, Sampurnaning Pati Urip.

Dari awal Kunci merupakan pengunjungan kepada Gusti hingga yang terakhir sempurnanya sebuah kematian. Agar tidak salah dalam pengartian unsur Ajian Mundi Jati Sasongko Jati silahkan dalami dibawah.

Manembahing Kawula Gusti, Obahe Pikir, kasebut Kareb.

Manunggaling Kawula Gusti, Obahe Kareb, kasebut Rasa.

Leburing Kawula Gusti, Obahe Rasa, kasebut Bathin.

Sampurnaning Kawula Gusti, Obahe Bathin, kasebut Osik.

Sampurnaning Pati Urip, Obahe Osik, kasebut Nurullah.

Obahe Pikir, kasebut Kareb adalah Niyat kang saka pikir iku kasebut Karsa.

Obahe Kareb, kasebut Rasa adalah Niyat kang saka Kareb kasebut Karya.

Obahe Rasa, kasebut Bathin adalah Niyat kang saka Rasa kasebut Manteb.

Obahe Bathin, kasebut Osik adalah Niyat kang saka Bathin kasebut Meneb.

Obahe Osik, kasebut Nurullah adalah Niyat kang saka Osik kasebut Sujud.

Apa Itu Ajian Mundi Jati Sasongko Jati

Ini merupakan pembangkitan semua unsur yang tersembuyi dalam diri, pada keutamaanya adalah kembali pada sang pencipta.

Mengunakan Wahyu Panca Laku inilah, siapa saja yang laku Wahyu Panca Ghaib, dijamin sadar dengan kesempurnaan Firman-Nya.

Sehingganya, akan selalu tertuntun ke jalan kebaikan yang sesuai dengan firman Hyang Maha Suci Hidup (Allah swt).

Jadi unsur dari kekuatan ilmu ini hanya bisa di dapat oleh pelaku Wahyu Panca Ghaib itu sendiri.

Secara sadar dan ikhlas mau bersifat sebagai Sejatine Sateriyo dan bersikap Sateriyo Sejati.

Jika tidak seumur hidup menjalankan Wahyu Panca Ghaib, tidak akan pernah bisa menemukan Wahyu Panca Laku yang menjadi alat Praktek untuk nggelar nggulungnya Wahyu Panca Ghaib dan tanpa Wahyu Panca Laku.

Dapat di simpulkan menguasai ilmu ini, sulit, berat, susah, rumit, untuk bisa nggelar gulung Wahyu Panca Ghaib.

Karena kehidupan dalam pikiran yang terjangkau harus memahami proses terjadinya sebuah susunan unsur dalam diri.

Mulai dari niat yang harus mantap dan bersatu dengan pikiran hingga ke dalam tahap mengunakan ritual seperti Semedhi, mantra dan pangucap.

Pada keutamaanya ilmu ini hanya kembali pada diri orang itu sendiri, menghadapi setiap rumitnya mempelajari.

Beratnya lelaku untuk bisa bersatu erat dengan sang pencipta.

Mencari kehidupan secara menyediri untuk mengetahui setiap apa yang harus diperbuat, persiapan untuk menjalani bersama orang banyak menyiapkan semua hal yang akan dibawa.

Namun pada kehidupan sekarang ini, Ajian Mundi Jati Sasongko Jati tidak perlu terlalu rumit untuk dipahami, karena sudah banyak tempat belajar keAgamaan yang akan mengajarkan semua kebaikan.

Tinggal kita yang menjalani dan membawa pengetahuan tersebut untuk diri kita sendiri, tapi perlu mencari sediri layaknya Wahyu Panca Gaib dan Panca Laku cukup terapkan diri menjadi lebih baik.

Bila memang ada hal untuk mendapatkan Ajian ini maka akan masuk dengan sendirinya, tapi perlu bersikap rumit untuk mendapatkanya, karena yang kamu cari belum tentu mendapatkanya. Terutama hal-hal yang rumit bila dipikirkan secara langsung tanpa jangkau an untuk memahami ilmu tersebut jadi cukup jalani yang sewajarnya terlebih dahulu.